Ketua MA: Wisuda Purnabakti Penanda Paripurnanya Pengabdian Kedinasan Seorang Juru Adil

Jakarta – Humas : Wisuda purnabakti adalah sebagai penanda paripurnanya pengabdian kedinasan seorang juru adil setelah berpuluh tahun melakukan pergulatan kemanusiaan dalam memutus dan mengadili perkara. Terlebih jika perkara itu berkaitan dengan nyawa dan nasib orang, bahkan tidak hanya 1 atau 2 orang, melainkan mungkin saja perkara yang diputus itu menentukan nasib orang banyak. Dalam keadaan tertentu seorang hakim harus betul-betul berijtihad, mencurahkan seluruh akal budinya melakukan judicial activism dalam menemukan hukum yang tepat dan cocok untuk perkara yang sedang ditanganinya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Mahkamah Agung (KMA) RI, Prof. Dr. H.M. Syarifuddin, S.H., M.H., dalam sambutannya saat pimpin wisuda Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta Bapak H. Suripto, S.H., M.H. secara vitual Rabu, 27 Oktober 2021.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial tersebut menyampaikan beratnya pengabdian dan tanggung jawab seorang Hakim, tidak semua hakim diberi anugerah oleh Allah Swt untuk mengalami momen bersejarah seperti ini. Cukup banyak hakim yang meninggal dunia atau terhenti pengabdiannya karena satu dan lain hal sebelum mencapai usia pensiun, sehingga tidak dapat merasakan momentum wisuda purnabakti.

Guru besar Universitas Diponegoro tersebut dalam sambutannya mengutip ucapan Rasulullah SAW Ketika bermunajat kepada Allah “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada penghujungnya, jadikan pula sebaik-baik amalku berada di masa akhir umurku, dan jadikan hari terbaikku adalah hari pada saat aku bertemu dengan-Mu”.

Karenanya, berbahagialah para hakim yang dapat mengakhiri masa pengabdiannya dengan nama baik yang terjaga dan prestasi yang membanggakan. Yang demikian itu adalah penanda bahwa hakim tersebut telah menjalankan pengabdian tugasnya secara sungguh-sungguh, penuh dedikasi dan keikhlasan.

Pada kesempatan tersebut, KMA mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian panjang yang telah Bapak darma baktikan.

LIHAT JUGA  Ketua MA : Kesepakatan Kamar tidak Cukup Dirumuskan Saja, yang Terpenting harus Mematuhi secara Konsekuen dan Konsisten

“Selamat memasuki usia pensiun dan selamat berkumpul dan berbahagia dengan keluarga. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, taufik serta hidayah-Nya kepada Bapak H. Suripto, S.H., M.H. dan keluarga. Amiin Yaa Rabbal ‘Alamin.”ujar Prof Syarifuddin mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, Para Ketua Kamar Mahkamah Agung, Sekretaris Mahkamah Agung, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, Ketua Umum Dharmayukti Karini serta seluruh Ketua Pengadilan Tinggi seluruh Indonesia secara daring.

Sumber: https://mahkamahagung.go.id/id/berita/4876/ketua-ma-wisuda-purnabakti-penanda-paripurnanya-pengabdian-kedinasan-seorang-juru-adil

Dalam Kategori: Berita MA

Beri tanggapan (0)